Langsung ke konten utama

Tapi emang bisa?

Kepergianmu adalah kesempatan untuk membuatku menjadi lebih tenang; tidak lagi memikirkan hal-hal tentangmu dan teks-teks perhatian  yang sudah bukan menjadi bagianku untukku sampaikan. 

“mari sembuh tanpa bercerita”. Tapi emang bisa? 

Pendengar-pendengar keluh dan sedihmu adalah saksi dimana kamu menuju pulih, disitu kamu tidak bisa berdalih bahwa kamu ingin bermalih hati. 

Setelah ketiaadanmu benar-benar lengang, aku menyadari bahwa aku perlahan bisa mengikhlaskanmu dengan tenang. Meski terkadang, di sela kerjaanku masih sempat saja bayangmu singgah di otakku. 

Hadir dan pergimu semoga menjadi ladang ikhlas untuk kehidupanku. Entah keberapapuluh kali aku berucap, terima kasih pernah menjadi bagianku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Platylist Heartbreak Edition: 10 Lagu Versi Yasmin Galau 2023 - 2024 (Bukan Sekadar Playlist) PART 1

Halo, apa kabar sad people??? wkwkwk. Semoga lekas berbahagia lahir batin🌹.   Kenapa yaa, kalo lagi bersedih hati musik yang mellow semi galau tu kek mendukung banget kalo diputar? Mau lagu yang lagi viral atau lagu jadul favorit kalo lagi galau tetep enak diputar, dimanapun, kapanpun. Apalagi kalo masih panas tuh hatinya, denger lagu yang relate dikit, bapeerr. Tapi ya gais, ketika kalian (mau cewe atau cowo) lagi pengen nangis karena ada  something  yang bikin marah, sedih hati, nangis aja. Keluarin emosi amarahnya, jangan dipendam, jangan gengsi. Jaga mental tetep waras deh minimal 😓   Kali ini, gue mau berbagi playlist versi gue nih. Di masa galau tersebut; sekitar akhir tahun 2023, gue pernah berselera sama genre punk rock dan indie pop gitu. Kek pengen dengerin lagu itu-itu terus. Seperti The Jansen, rumahsakit, The Adams, Morfem, Perunggu, Good Morning Everyone, dll. Pokoknya kek skena total dah (anjaay). The Jansen adalah band indie skena pertama ya...

Asmara Nol

pict from pinterest/joe broadbent Berapa lama pahit yang kau giling Aromanya menepi menyisakan puing Laju jalur yang kau jalani menghasilkan tanda tanya setiap hari tiap hati keringat merekah melebur, membaur dada membanjiri kening membuat hening pikiran dan bukti kasihmu Berapa lama hambar yang kau rasa Setengah hatimu hanya ada sisa Sepenggal puisi di dinding kamarmu titik akhir dari tanda tanya itu Seperti asmara Berguling-guling Di hati asmoro (2024)

aku (tidak) mencarimu di orang lain

Setelah kamu pergi, kamu benar hilang dan menyamar, menjelma menjadi lain-lain. Di ponsel, kau masih menjadi salah satu nama di daftar kontak, dan foto-foto yang ada di galeri tersembunyi. Di instagram dan lainnya, kamu menjelma menjadi mutual. Di catatan, kamu berupa kata. Di web-web internet, kamu berupa frasa penyangkalan. Di kehidupan nyata, tiadanya kamu menyamar menjadi barang di orang lain. Ia memakai topi yang sama percis sepertimu, sepatu NB yang sama sepertimu, bahkan rokok yang kau suka. Buku-buku yang suka kau baca dan playlist yang sering kau dengar, mungkin orang lain juga bisa sama sepertimu, atau kamu yang menyamar menjadi orang lain? Ketika kau menyamar sebagai elemen mati, kau menjelma menjadi kedai thrifting, didalamnya ada jaket-jaket serta sweater yang nyaman di badanmu. Selain itu, kau menjelma menjadi secangkir americano, satu cup es kopi susu, atau satu gelas coklat dingin di warmindo. Bahkan, kamu bisa menjelma menjadi gantungan dari kumpulan kunci-kunci ko...