Kepergianmu adalah kesempatan untuk membuatku menjadi lebih tenang; tidak lagi memikirkan hal-hal tentangmu dan teks-teks perhatian yang sudah bukan menjadi bagianku untukku sampaikan.
“mari sembuh tanpa bercerita”. Tapi emang bisa?
Pendengar-pendengar keluh dan sedihmu adalah saksi dimana kamu menuju pulih, disitu kamu tidak bisa berdalih bahwa kamu ingin bermalih hati.
Setelah ketiaadanmu benar-benar lengang, aku menyadari bahwa aku perlahan bisa mengikhlaskanmu dengan tenang. Meski terkadang, di sela kerjaanku masih sempat saja bayangmu singgah di otakku.
Hadir dan pergimu semoga menjadi ladang ikhlas untuk kehidupanku. Entah keberapapuluh kali aku berucap, terima kasih pernah menjadi bagianku.

Komentar
Posting Komentar