Platylist Heartbreak Edition: 5 Lagu Versi Yasmin Galau 2023 - 2024 (Bukan Sekadar Playlist) PART 2 *edited
Hai all. Karena di PART 1 playlist ini terasa kepanjangan, jadi aku bagi dua part biar bacanya lebih santai juga. Di Part 2 ini adalah lanjutan dari sebelumnya dan sisa lima lagu saja yang belum aku tulis. Have fun deh, aku malas ngedit soal perasaan masa lalu haha.
11. Mudah saja - Sheila on 7
“Tuhan aku berjalan, menyusuri malam, setelah patah
hatiku…”
Dan malam itu, iya —
gue beneran jalan. Keluar kos, beli topoki di Circle K, motoran muterin
Alun-alun Bandung sampai jam 3 pagi, nahan tangis yang gak mau keluar. Gak bisa
nangis, cuma bengong, kayak nunggu alarm emosi yang gak nyala-nyala.
Yang paling nyakitin
dari malam itu, selain kabar kalau emaknya gak ngerestuin hubungan gue
dengannya, terus reaksi dia. Kayak... ya udah. Kayak
"effortless" buat ngebela gue gitu. Dan di kepala gue langsung
teriak:
“LU BENER PUNYA RASA GAK SIH SAMA GUE? GUE NIH, YANG UDAH
JATUH SETENGAH MATI KE LU?! Gue yang selama ini mikir lo beda, tapi ternyata lo
juga cuma nyerah di tikungan pertama.”
Rasanya absurd — di
satu sisi pengen nangis, di sisi lain pengen ngakak karena kok hidup bisa
segini dramanya. Tapi malam itu nyata banget. Lampu jalan, udara Bandung
yang dingin, topoki yang keburu lembek, semuanya jadi saksi satu
hal: bahwa terkadang, yang bikin patah bukan kehilangan cinta, tapi
kehilangan usaha dari orang yang katanya cinta.
Dan sampai sekarang,
kalau lagu ini muncul di playlist, gue cuma senyum kecut. Karena liriknya udah
kayak catatan kaki dari satu malam panjang yang akhirnya berhasil bikin gue
nangis juga — bukan karena ditinggal, tapi karena sadar, gue pantas
diperjuangkan lebih dari itu.
12. Ada Selamanya - For Revenge ft Fiersa Besari
Lagu ini tuh tipe yang
dari judul aja udah bikin pengen diem dulu sebelum play. “Ada Selamanya” —
kedengerannya manis, tapi nyatanya perih banget.
Rilis 2023, kolaborasi
For Revenge dan Fiersa Besari ini kayak paket lengkap buat yang lagi belajar
ngerelain. Musiknya megah, tapi liriknya dalem banget — kayak ngobrol pelan
sama diri sendiri di tengah malam, waktu semua udah sepi tapi hati masih
berisik.
Bagian paling nyentuh jelas ini:
Ku hanya ingin lupa
Hanya ingin lupa
Karena kau pernah ada
Menjadikanku istimewa
Ku hanya ingin lupa
Hanya ingin lupa
Karena kau masih ada
Dan menjadikanku manusia
Simpel, tapi jujur
banget. Kadang kita nggak pengen apa-apa lagi; cuma pengen lupa. Tapi ternyata,
yang paling susah justru itu. Buat gue, lagu ini bukan soal kehilangan
seseorang. Tapi soal ngikhlasin kenangan yang masih suka numpang hidup di kepala.
Ada
Selamanya - Fiersa ft For Revenge
13. Another love – DANIEL
Intro awal aja udah
lembut banget, kayak hujan pelan yang nggak berhenti-berhenti. Lagu ini tuh
bukan cuma enak didenger, tapi juga nancep diam-diam. Suara Daniel halus,
tenang, tapi penuh beban — kayak lagi ngomong ke seseorang yang pelan-pelan mau
pergi, dan dia cuma bisa bilang: “leave me slowly.”
Leave me slowly, after this rain
Don’t know how to end everything
I’ll give you all my umbrellas
In the pouring rain, I hope it lasts as another love
“Leave me slowly” jadi
kalimat yang terus muter di kepala — sesederhana itu, tapi rasanya berat
banget. Rasanya kayak minta waktu buat nyiapin diri, bukan buat menahan. Karena
kadang, yang paling nyakitin bukan perginya, tapi caranya yang terlalu cepat.
Another Love itu
versi lembut dari perpisahan yang nggak sempat disiapin. Lagu yang bikin lo
sadar: ternyata cara paling tenang buat sayang adalah dengan rela dilepas
pelan-pelan.
ANOTHER
LOVE - DANIEL! NOT TOM ODELL!
14. Kepada Hati - Cakra Khan
Lagu ini tuh semacam
teman setia di masa-masa relapse — yang “hari ini udah kuat,”
besoknya “eh kok keinget lagi.” Suara Cakra Khan emang punya sihir aneh: tiap
nada di reff kayak ngebuka luka yang udah mulai kering, tapi entah kenapa,
rasanya lega.
Di fase itu, gue masih
bolak-balik antara move on dan gamon, masih nyari
alasan buat tetap kuat. Dan pas lagu ini nyala, rasanya kayak disemangatin
dengan lembut — bukan dengan kata-kata klise, tapi dengan empati.
Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti
Bagian “dengan hati yang tak menyakiti”
dulu bikin gue nangis — sekarang malah bikin gue senyum. Karena ternyata,
kalimat itu bukan cuma harapan.
Sekarang gue beneran ketemu dia: hati yang nggak nyakitin,
yang jadi tempat pulang. Mungkin lagu ini dulu terdengar kayak doa. Tapi
sekarang, rasanya kayak doa yang akhirnya dikabulkan.
15. Cinta dan Benci - Geisha
Kadang, lagu yang
paling nyakitin tuh bukan yang teriak-teriak soal patah hati. Tapi yang nadanya
tenang, tapi isinya nusuk.
“Cinta dan Benci” salah satunya. Lagu yang kayak ngomong
pelan, tapi tiap katanya nyelekit di dada.
Pas reff-nya nyala
— “Sungguh aku tak bisa, sampai kapanpun tak bisa...” —
rasanya hening. Gue diem. Kepala rame. Dada berat. Campur aduk antara
sedih, kecewa, marah, dan pengen banget nyinyir ke dia: manusia paling nggak
peka yang pernah gue sayang.
Dulu gue pikir, kalau
udah disakitin segitu parahnya, benci bakal datang sendiri. Tapi enggak. Yang
datang malah capek. Capek karena masih inget, belum lagi sakit hati karena
ga disupport ibunya dengan alasan beda suku, capek karena masih berharap, capek
karena pengen dendam benci tapi gabisa, capek karena ternyata... gue masih
belum bisa benar-benar ngelepas. (Tapi itu dulu yaa hahahha).
Ini lagunya:
Bagaimana cara membuatmu bahagia
Nyaris ku menyerah jalani semua
Tlah berbagai kata ku ungkap percuma
Agar kau percaya cintaku berharga
Tak kuat ku menahanmu mempertahankan cintaku
Namun kau begitu saja
Tak pernah merindu
Sungguh aku tak bisa
Sampai kapanpun tak bisa
Membenci dirimu
Sesungguhnya aku tak mampu
Sulit untuk ku bisa
Sangat sulit ku tak bisa
Memisahkan segala cinta dan benci yang ku rasa
Karena kadang, cinta
dan benci itu nggak harus dilupain, cukup diakui pernah ada, dan disimpan di
tempat yang udah nggak nyakitin lagi. Eh disimpan? Dibuang aja lah kalo buat
dia, bacott.
Oke gais, ini semua adalah
lagu-lagu galau saat gue masih galau, tahun 2023-2024 wkwk. Jujur, nulisnya
cape. Karena, ngga cuma searching masing-masing lagu dari album apa dan tahun
rilisnya, tapi juga mesti ngegali perasaan masa lalu gue yang sangat
menyakitkan tersebut untuk dideskripsikan ulang sesuai lagu-lagunya. Lu semua
kalo ngingetin hal yang menyakitkan disaat keaadaan sudah membaik, sangat tidak
enak bukan? Tapi, karena gue udh ikhlas sepenuh hati, gue bisa nuntasin blog
satu ini haha. Wassalam.
Mutualan spotify dong😁 ...
Komentar
Posting Komentar